Lebaran kali ini, wahai ibu
membuat nurani anakmu menggelegar
memanggil-manggil namamu
dengan rindu
dengan sejuta sembilu
Gelombang takbir, tahlil dan tahmid
yang menggeliat dari hati
menyaput hamparan jagad raya
bagaikan lambaian tangan malaikat
merajut cinta dan kasih sayangmu
dari lembaran buku-buku masa silam
Di altar keheningan subuh ini, ibu
wajahmu yang damai menyodorkan kembali
senyum lembut lukisan bidadari
dan rambutmu yang tergerai panjang itu
masih saja menyebarkan wangi daun pandan
merasuk ke sumsum hari-hariku
Entah dengan apa kusapa cintamu, ibu
jarak antara kita
membentang tirai kesunyian
dan sungai air mata ini
hanya mampu mengalir
di atas hamparan sajadah
mengendapkan
luka-luka kerinduan
Bulukumba, 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar