Inilah Kami, Ayahanda
wajah-wajah generasi empat lima
yang telah engkau rajut dengan perkasa
dalam gelimang darah,
dan airmata
Entah …..
dengan apa kami balas jasamu
Berjuta do’a dari hati yang tulus
mengantar langkahmu
menyonsong matahari senja
Inilah kami, Ayahanda
wajah-wajah generasi empat lima
yang telah engkau rakit dengan lembut
dalam cinta
dan pengabdian
Entah ….
dengan apa kami balas jasamu,
beribu tangan malaikat
menggapai-gapai dengan mesra,
mengawal jejak perjalananmu
ke garis batas pengorbanan
antara jiwa dan airmata
tersenyumlah, wahai Ayahanda
meskipun langit Sulawesi Selatan Berkabut Kelam
meskipun lubuk Je’neberang mengendap luka Kebencian
meskipun perut Bawakaraeng menampung dendam keangkuhan
Bahkan,
meskipun seratus Jagoan I Tolo’ Daeng Magassing
merobek-robek Lontara Attoriolong
nama dan Aura perjuanganmu
tak akan pernah gugur
dalam lembaran sejarah kemanusiaan
Hari ini,
dipelataran Bumi Panrita Lopi
kami generasi penerus empat lima
wajah damai Pemberontak Bulukumba Angkatan Rakyat
terus merangkai detak jantung negeri tercinta
melantunkan ayat-ayat Ilahi
dan menggemakan nurani masa silam
dalam zikir kemerdekaan
Hiduplah, Ayahanda !
Hiduplah, …hiduplah …
Indonesia
Raya”
Bulukumba, 15 agustus 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar